Friday, August 29, 2014

Perjuangan Berburu Beasiswa



Sebelum lulus dari Sastra Perancis UNPAD pada tahun 2012, saya memang sudah berencana untuk melanjutkan kuliah di Perancis. Apalagi setelah mengunjungi negeri itu berkat memenangi lomba nulis dari NESO Indonesia, saya semakin ingin kuliah di Perancis. Tahun 2012 begitu lulus, saya langsung mendaftar program master profesional Management pariwisata ke Université Bordeaux Montaigne. Tapi karena satu dan lain hal, saya ditolak oleh universitas tersebut. Sang pemimpin program masternya menyarankan saya untuk mencari pengalaman dulu di bidang pariwisata dan meminta saya mendaftar lagi tahun depan.

Kemudian saya pun magang di Museum Konperensi Asia Afrika Bandung selama tiga bulan. Di sana saya belajar banyak hal dan mendapat banyak teman juga. Pokoknya nyenengin banget magang di MKAA! Singkat cerita saya daftar lagi ke universitas itu tahun 2013. Setelah seleksi dokumen lolos, mereka pun mewawancarai saya melalui telepon. Beberapa bulan kemudian saya mendapat kabar bahwa saya diterima di universitas itu! Saya sangat senang karena akhirnya saya diterima juga dan impian saya untuk bisa sekolah di Perancis sedikit lagi terwujud. Tapi perjuangan masih belum selesai. Saya masih harus mencari beasiswa!

Tahun 2013 saya hunting beasiswa kemana-mana. Mulai dari Beasiswa Unggulan dari Diknas, beasiswa LPDP, dan berkonsultasi dengan Campus France Bandung. Berbekal dengan Surat Penerimaan (Letter of Acceptance) dari Université Bordeaux Montaigne, saya datang langsung ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta untuk menyerahkan secara langsung berkas pendaftaran Beasiswa Unggulan (BU). Panitia BU bilang kalau nanti bakal ada seleksi berkas dan kalau lolos, mereka akan menghubungi saya langsung. Saya pun pulang lagi ke Bandung.


Selain daftar BU, saya juga mencoba keberuntungan di beasiswa LPDP dari Kementrian Keuangan. Dokumen yang harus disiapkan lebih kompleks meskipun tidak terlalu sulit. Saya juga hanya mengunggah semua syarat lewat internet. Untuk beasiswa LPDP, ada dua seleksi: seleksi berkas dan wawancara. Alhamdulillah saya lolos seleksi berkas dan saya diundang untuk wawancara di Jakarta. Saya pun kembali pergi ke Jakarta. Peserta wawancaranya banyak banget dan kami akan diwawancara oleh 3 doktor dan atau professor! 3 lawan 1!

Sebelum masuk ruang wawancara, panitia LPDP mengecek kembali dokumen-dokumen kami. Mereka menanyakan kenapa surat rekomendasi saya tidak sesuai dengan format yang diminta. Ditambah surat rekomendasi itu dalam bahasa Prancis! :D Tapi akhirnya saya boleh ikut wawancara juga. Saya diwawancarai oleh 3 ibu-ibu doktor/profesor. Mereka baik-baik, ramah dan humoris, tapi pertanyaannya menjebak semua! Untungnya mayoritas dari pertanyaan itu bisa saya jawab. Tapi dari debat saya dan mereka, sepertinya mereka berpikiran proposal thesis saya sangat pro-Perancis dan tidak menguntungkan Indonesia. Padahal kan itu hanya proposal. Lagian saya juga bakal belajar di master profesional, bukan master recherche (penelitian).

Setelah melewati proses yang menegangkan itu saya pulang ke Bandung. Meskipun saya sangat berharap mendapatkan beasiswa itu tapi saya tak mau terlalu berharap banyak. Beberapa minggu kemudian hasilnya keluar dan saya pun tidak lolos beasiswa LPDP. Saya pun “mengetuk pintu” banyak pihak untuk meminta beasiswa. Mulai dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kirim surat ke Presiden SBY di Istana Negara, Kementrian Luar Negeri Prancis, sampai ke Presiden Prancis di Paris! Haha. Dan yang mengejutkan, mereka semua menjawab surat saya! Saya juga mengirim surat ke beberapa perusahaan besar Indonesia, tapi tidak ada balasan sama sekali.

Kemenparekraf menjawab kalau mereka tidak mempunyai anggaran untuk keperluan beasiswa. Presiden SBY diwakili oleh Sekretaris Negara menjawab dan menyarankan saya untuk ikut beasiswa LPDP. Kemenlu Prancis menyarankan saya untuk mencari beasiswa dari pemerintah Indonesia karena Pemerintah Prancis hanya menyediakan BGF (beasiswa Pemerintah Prancis) yang hanya menanggung visa, asuransi dan biaya universitas. Kemudian Presiden Prancis Francois Hollande menjawab akan menyampaikan masalah saya ke Kemenlunya. Haha

Akhirnya harapan saya satu-satunya adalah Beasiswa Unggulan dari Diknas. Dalam seminggu, 2-3 kali saya telepon mereka untuk menanyakan apakah sudah ada hasil seleksinya? Jawabannya: “Seleksi belum dimulai. Kalau ada hasilnya nanti akan kami beritahu langsung.” Dan kalian tahu apa? Sejak bulan April pertama kali saya daftar sampai bulan September pas perkuliahan di Prancis sudah dimulai, tidak ada kabar apa-apa dari panitia Beasiswa Unggulan. Entah apa beneran ada seleksi itu atau tidak. Dan akhirnya saya gagal pergi ke Prancis tahun 2013. Dengan sedih hati saya pun menulis email ke penanggungjawab program master itu untuk meminta maaf dan mengabarkan bahwa saya tidak dapat datang. Semoga proses Beasiswa Unggulan semakin baik lagi dan please jangan dikorupsi! Kasihan anak-anak bangsa yang ingin sekolah!

Profesor penanggung jawab program master itu agak kecewa karena mereka sangat selektif dan memilih tidak banyak mahasiswa berkewarganegaraan Prancis maupun asing. Mereka juga hanya memilih satu atau dua mahasiswa asing tiap tahunnya. Tapi mereka memberikan saya kesempatan. Surat penerimaan saya masih berlaku untuk tahun 2014 tapi dengan catatan jika saya mendapatkan beasiswa. Tahun 2013 menjadi tahun yang buruk buat saya. Impian saya serasa hancur dan tidak akan terwujud...


(To be continued...)

Cerita Selanjutnya: http://bit.ly/BeasiswaEiffel

12 comments:

  1. Wah semoga dapat yang terbaik ya! Jarang-jarang ada blog akrif dan bagus kayak gini nih, kebetulan banget ketemu....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe. Makasih banyak Gusti! Semoga blognya bisa diupdate terus. hehe.
      Makasih juga dah berkunjung dan komen. ;)

      Delete
  2. Keren! Salut sama perjuangannya. Semoga apa yang diinginkan tercapai ya. Good luck! :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih banyak Yuli ! Good luck juga buat kamu :))

      Delete
  3. Halo bang !
    Salut !
    Ada kontak gak bang, mau sedikit tanya" dong bang kalau boleh.
    Merci beaucoup.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Feri !
      Boleh, kamu bisa kirim email ke mardiansyah(dot)ricky(at)rocketmail(dot)com ? Nanti saya kasih BBM saya atau WhatsApp
      De rien

      Delete
  4. Salut banget sm kamu, you've put up a hard fight and so much effort already. Hebat banget sampe bela-belain kirim surat ke dua Presiden, I never thought it was possible to do that. Thank you for sharing this, really inspiring :)
    Best of luck for your future, you surely deserve all the goodness coming your way.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salut Cardia ! Makasih banyak udah baca blog saya dan kasih komentar. Makasih juga buat doa kamu, semoga Tuhan YME mengabulkan ! Amin. Semoga kamu juga bisa mencapai semua impian kamu ya ! :) Merci beaucoup !

      Delete
  5. hallo kak ricky, salam kenal. makasih nih infonya. saya ada rencana mau magang d museum KAA, saya mahasiswa HI semester 5. oh ya mau sedikit sharing nih, saat di SMK saya punya teman yang dapat Beasiswa Unggulan (BU), kami sempat berbincang. dia bilang kuliah di PTS, selama perkuliahan dia tidak menanggung biaya kuliah, dalam perjanjian BU kan memberikan uang saku bulanan sebesar rp 900.000 dan bebas biaya kuliah. tapi pada kenyataannya dia tidak pernah mendapatkan uang saku bulanan tersebut. apa BU itu cuma PHP atau gimana ya? hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hello ! Sama-sama. Bagus banget kalo kamu magang di MKAA :)
      Wah saya kurang tau nih tentang beasiswa BU. Soalnya dulu saya daftar buat program Master tapi ga jelas banget proses seleksi dllnya. Harus liat kontrak pastinya. Tapi kalo emang biaya kuliahnya jadi gratis ya udah bersyukur :D

      Delete
  6. Hallo Kak Ricky, salam kenal sebelumnya. Saya Bagus, mahasiswa semester 6 di Sastra Belanda UI. Ceritanya menarik banget kak hingga bisa dapet beasiswa Eiffel. Mungkin komentar saya agak melenceng dari topik utama pos ini yang tentang perjuangan berburu beasiswa, hehe. Saya sedang tertarik untuk magang di museum KAA dan mau nanya nih kak. Bagaimana prosedur untuk bisa magang di museum KAA ini dan apa saja persyaratannya? Makasih kak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hey Bagus, salam kenal. Ga apa-apa walaupun ga sesuai. hehe
      Dulu saya dateng langsung ke MKAA dan ketemu dengan Pak Desmond buat bisa magang di MKAA. Coba kamu kontak lewat email atau telp MKAA dan minta bicara ma pak Desmond. Beliau selalu terbuka buat anak magang ;)
      Semoga sukses ya

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...